Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Kamis, 26 Mei 2016

RUU KKG dianggap tidak menjadi solusi



Video ini berisi tentang kritik terhadap kebijakan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender  yang dikatakan tidak jadi solusi

Keterwakilan perempuan dikursi legislatif di beberpa negara seperti Indonesia, Malaysia, Belanda, Inggris, Afganistan dan lainnya mencapai hampir 15-30% dengan harapan kebijakan yang dibuat pro akan perempuan. Namun dengan keterwakilan itu sampai saat ini masih belum mampu menyejahterakan perempuan, kekerasan seksual anak, kemisinan perempuan dan eksploitasi seksual masih semakin meningkat. Menurut Juru bicara kelompok Forum Keadilan Perempuan tahun 2012, dari 4939 kasus kekerasan 9360 adalah perempuan. Hal ini trjadi menurut ketua DPP PPP Feri Aminawati Amin, DPR tidak punya kapasitas membuat undang-undang demi kepentingan Rakyat, yang ada sekarang pembuatan UU hanya untuk kepentngan pemodal saja...

keterwakilan perempuan dibidang Politik

peran perempuan dalam kancah politik akan berpengaruh pada kebijakan, sedikitnya perempuan dalam bidang politik akan berpengaruh pada kebijakan yang tidak berpihak pada peningkatan kualitas hidup perempuan.
dengan kesetaraan gender dalam politik diharapkan setiap kebijakan dapat adil dan dirasakan manfaatnya. selain itu diharapkan praktek diskriminasi baik yang disebabkan oleh kultural ataupun struktural dapat dihapuskan. keterwakilan perempuan dianggap masih didominasi laki-laki. dengan adanya keterwakilan perempuan akan dihasilkan keputusan-keputusan berspektif gender dan perempuan tidak berada diposisi marginal.


Gender dalam Pandangan Musdah Mulia

Gambaran yang dinginkan Kesetaraan Gender menurut Musdah Mulia

Inti dari gender adalah menjadikan manusia saling menghargai, dengan adalnya gender ini diharapkan tidak ada lagi ketidak adilan, kekerasan laki-laki atau pr dalam bentuk apapun. Gender berbicara tidak hanya perempuan ttpi juga laki-laki. Namun banyak kekerasan yang dialami pr yang disebabkan oleh budaya, struktur dan interpretasi agama. Kita perbaiki ketimpangan yang ada dimasyarakat, karena akan semakin banyak kekerasan yang tidak manusiawi.
Keinginan dari dibangunnya gender.
-         Adanya kerjasama laki-laki dan perempuan dalam hal domestik maupun publik. Per memperdayakan dirinnya dlm masyarakat, keduanya mendapat hak yang sama.
-         Pekerjaan domestik diselesaikan bersama-sama.
-         Kesetaraan sosial, dijadikan subjek pembangunan. Keduanya harus jadi subjek pembangunan dengan kapasitas masing-masing.